Rabu, 29 Desember 2010

I Love You, Beth Cooper, Kisah Cinta Ketua Debat dan Ketua Pemandu Sorak


Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Judul Film : I Love You, Beth Cooper
Sutradara : Chris Colombus
Starring : Paul Rust (as Dennis Cooverman), Hayden Panettiere (as Beth Cooper), Jack T. Carpenter (as Richard Mundge), Lauren London (as Cammy), Lauren Storm (as Treece), Shawn Roberts (as Kevin)

Apa jadinya bila ketua debat naksir sama ketua tim pemandu sorak? Film ini berupaya menggambarkannya. Kisah bermula saat murid terpandai bernama Dennis Cooverman, menyatakan cintanya kepada Si Cantik Beth Cooper waktu pidato perpisahan SMA. Dalam pidatonya, Dennis mengaku ia jatuh cinta sejak Beth duduk di depan bangkunya. Dennis kemudian mendorong teman-temannya untuk mengakui isi hati mereka masing-masing. Karena ajakannya tak direspon, Dennis ‘memancing’ dengan membuka aib teman-teman yang diketahuinya. Termasuk dengan menyindir Kevin, pacarnya Beth yang seorang taruna. Kevin disebutnya sebagai lelaki ‘pengisap daun muda’ yang tak disukai wanita dewasa.

Setelah acara perpisahan selesai, Beth mendekati Dennis dan menyatakan bahwa Dennis telah mempermalukannya di depan umum. Dennis langsung meminta maaf dan menyatakan padanya kalau ia hanya mengeluarkan isi hatinya. Untuk mengurangi rasa nggak enaknya, Dennis mengundang Beth ke pesta di rumahnya. Sejenak kemudian, datanglah Kevin yang tersinggung dengan sindiran Dennis saat pidato tadi. Kalau tak dicegah Bu Guru Gleason, mungkin Dennis mati dibunuh Kevin. Menyadari Kevin sebagai ancaman terbesar, Dennis mulai menyesal telah mengundang Beth ke rumahnya. Tapi Richard, sahabatnya Dennis, menyemangatinya.

Pesta pun tetap digelar. Oleh karena Dennis anaknya kuper, bisa ditebak kalau pesta yang diadakannya tak dihadiri teman-temannya. Bahkan saat Beth datang bersama kedua temannya (Cammy dan Treece), ia mengaku tak pernah menjadi tamu pertama yang tiba di pesta! Untuk mencairkan suasana, Richard mengambil inisiatif dengan melayani Beth dkk sambil melucu. Dennis pun lama kelamaan bisa mengikuti ’permainan’ Richard. Malangnya, saat Dennis dan Richard mulai akrab dengan Beth dkk, Kevin datang ke rumah Dennis. Ia berhasil menemukan Beth setelah melacak sinyal HP-nya. Sejak itulah terjadi ’perang’ antara Dennis-Richard dan Kevin beserta gengnya.

Dalam pertempuran di kamar Dennis, Beth masuk untuk mencegah Kevin membunuh temannya. Saat itu pula, Beth tersentuh melihat foto dirinya ada di langit-langit kamar Dennis. Tak tega melihat Dennis-Richard babak belur dihajar pacarnya, Beth mengajak mereka naik ke mobilnya. Sebelumnya sudah ada Cammy dan Treece di dalam mobil Beth. Sejak itulah, mereka mengasingkan diri sejenak. Mereka pergi ke hutan, hingga mengunjungi pondok milik orang tuanya Treece. Saat pengasingan itulah, Dennis makin dekat dengan Beth, sementara Richard makin intim dengan Cammy dan Treece.

Film ini berakhir menyenangkan alias happy ending. Ketua debat yang pandai tapi kuper, akhirnya mampu meraih hati ketua pemandu sorak yang cantik dan populer. Dari segi akting, para pemeran utamanya dinilai cukup baik. Mereka mampu memancing tawa sekaligus membuat penonton merasa ‘jijik’. Seperti film-film Hollywood lain yang bergenre sama, film ini juga menggambarkan adegan kekerasan dan adegan seks yang vulgar. Sehingga sangat tak dianjurkan ditonton oleh anak-anak di bawah 17 tahun. Namun demikian, tetap ada hikmah yang bisa dipetik penonton dari film ini. Betapa keterbukaan perasaan mampu membuat seseorang ‘melihat’ kita. Kalau saja Dennis tak berani mengungkapkan isi hatinya, belum tentu ia dan Beth saling kenal satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar